Alumni ponpes روضة الهدا purabaya kab:Smi, dan المعهد الاسلاميه kota sukabumi

Senin, 23 Februari 2026

MERENUNGI KEBAHAGIAAN USIA

ULANG TAHUN
---
Allah ﷻ berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.”
(QS. Al-Qur'an, Ar-Rūm: 54)

إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ

“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’.”
(QS. Al-Qur'an, Al-Isrā’: 23)

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ
قِيلَ: مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Celakalah, celakalah, celakalah.”
Ditanya: Siapa wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya dalam keadaan tua, namun ia tidak masuk surga (karena tidak berbakti).”
(HR. Muslim ibn al-Hajjaj no. 2551)

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
(HR. Ahmad ibn Hanbal no. 17716, dan At-Tirmidzi no. 2330)

Artinya, ulang tahun bukan hanya soal angka, tetapi tentang apakah amal semakin baik.

3️⃣ Perintah Berbakti kepada Orang Tua

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”
(QS. Al-Qur'an, Al-Isrā’: 23)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”
(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّىٰ يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ:
عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ،
وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ،
وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ،
وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ.
Terjemah

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara:

Tentang umurnya untuk apa ia habiskan,

Tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya,

Tentang hartanya dari mana ia mendapatkannya dan ke mana ia membelanjakannya,

Dan tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.”
Referensi

Hadis ini diriwayatkan oleh:

At-Tirmidzi no. 2417 (beliau mengatakan: hasan sahih)

Juga diriwayatkan oleh Ad-Darimi dalam Sunannya

# 🎤 CERAMAH: *“Bersyukur atas Usia Orang Tua, Berbakti Sepanjang Masa”*

## 1️⃣ Mukadimah

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, wash-shalātu was-salāmu ‘alā asyrafil anbiyā’i wal mursalin, nabiyyinā Muhammad, wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma‘īn.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini kita berkumpul bukan sekadar merayakan pertambahan usia orang tua kita, tetapi sebagai momentum **muhasabah**, rasa syukur, dan memperkuat komitmen berbakti kepada mereka.

---

## 2️⃣ Hakikat Bertambahnya Usia dalam Islam

Dalam Islam, bertambahnya usia adalah nikmat besar sekaligus amanah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
>
> “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
> (HR. Ahmad ibn Hanbal no. 17716, dan At-Tirmidzi no. 2330)

Artinya, ulang tahun bukan hanya soal angka, tetapi tentang **apakah amal semakin baik**.

---

## 3️⃣ Perintah Berbakti kepada Orang Tua

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

> وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
>
> “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”
> (QS. Al-Qur'an, Al-Isrā’: 23)

Ayat ini menunjukkan bahwa **berbakti kepada orang tua sejajar dengan perintah tauhid**.

---

## 4️⃣ Ridha Allah Bergantung pada Ridha Orang Tua

Rasulullah ﷺ bersabda:

> رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
>
> “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”
> (HR. At-Tirmidzi no. 1899)

Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan hidup dunia dan akhirat sangat erat dengan bagaimana kita memperlakukan orang tua.

---

## 5️⃣ Doa untuk Orang Tua

Allah mengajarkan doa yang sangat indah:

> رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
>
> “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.”
> (QS. Al-Qur'an, Al-Isrā’: 24)

Momentum ulang tahun ini hendaknya kita isi dengan:

* Mendoakan panjang umur dalam kebaikan
* Memohonkan ampun untuk mereka
* Berjanji menjadi anak yang lebih taat

---

## 6️⃣ Penutup dan Doa

Hadirin yang dirahmati Allah,

Bertambahnya usia orang tua adalah pengingat bahwa waktu terus berjalan. Jangan sampai kita menyesal ketika kesempatan berbakti telah hilang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ، فَإِنَّهُ نُورٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Janganlah kalian mencabut uban, karena ia adalah cahaya pada hari kiamat.”
(HR. Abu Dawud no. 4202; dinilai hasan oleh At-Tirmidzi)

Mari kita berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدَيْنَا، وَارْحَمْهُمَا، وَبَارِكْ فِي أَعْمَارِهِمَا، وَاجْعَلْ مَا بَقِيَ مِنْ عُمُرِهِمَا خَيْرًا لَهُمَا

“Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami, rahmatilah mereka, berkahilah usia mereka, dan jadikan sisa umur mereka lebih baik dari sebelumnya.”
_______________________________

# 🎤 *“Amalan Memasuki Usia Empat Puluh Tahun”*

Usia 40 tahun dalam Islam adalah usia kematangan akal, kedewasaan iman, dan masa evaluasi diri.

---

## 1️⃣ Dalil tentang Usia 40 Tahun

Allah ﷻ berfirman:

> حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai usia empat puluh tahun, dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhai, serta perbaikilah keturunanku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’”
(QS. Al-Qur'an, Al-Ahqāf: 15)

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai usia empat puluh tahun, dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu…’”
(QS. Al-Qur'an, Al-Ahqāf: 15)

وَهَذَا فِيهِ إِرْشَادٌ لِمَنْ بَلَغَ الْأَرْبَعِينَ أَنْ يُجَدِّدَ التَّوْبَةَ وَالْإِنَابَةَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَيَعْزِمَ عَلَيْهَا.

مَنْ بَلَغَ عُمُرُهُ أَرْبَعِينَ سَنَةً وَلَمْ يَغْلِبْ خَيْرُهُ شَرَّهُ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ. (علماء)

مَنْ جَاوَزَ أَرْبَعِينَ وَلَمْ يَغْلِبْ خَيْرُهُ شَرَّهُ فَلْيَتَجَهَّزْ إِلَى النَّارِ. (علماء)

“Barang siapa telah melewati usia empat puluh tahun, namun kebaikannya belum mengalahkan keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap menuju neraka.”

🔎 Ayat ini menunjukkan bahwa usia 40 adalah waktu:

* Memperbanyak syukur
* Memperbanyak amal saleh
* Memperhatikan pendidikan anak
* Memperbanyak taubat

---

## 2️⃣ Mengapa Usia 40 Penting?

Banyak ulama menjelaskan bahwa usia 40 adalah usia kematangan. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.

Ini menjadi isyarat bahwa umur 40 adalah fase:

* Puncak kedewasaan berpikir
* Saatnya lebih serius mempersiapkan akhirat

---

## 3️⃣ Amalan yang Dianjurkan di Usia 40

### ✅ 1. Memperbanyak Taubat

Karena umur sudah separuh perjalanan atau lebih.

### ✅ 2. Menjaga Shalat dan Ibadah Wajib

Memastikan kualitas shalat, bukan sekadar rutinitas.

### ✅ 3. Memperbanyak Sedekah

Sebagai bekal jangka panjang di akhirat.

### ✅ 4. Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua

Karena dalam ayat tadi disebutkan nikmat kepada diri dan orang tua.

### ✅ 5. Mendidik Anak dengan Serius

Karena doa dalam ayat menekankan kebaikan keturunan.

---

## 4️⃣ Muhasabah Umur

Rasulullah ﷺ bersabda:

> أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّىٰ بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً

“Allah telah memberi cukup alasan kepada seseorang yang dipanjangkan umurnya sampai enam puluh tahun.”
(HR. Muhammad al-Bukhari no. 6419)

Artinya sebelum 60, terutama di usia 40–50, adalah masa emas memperbaiki diri.

---

## 🎯 Pesan Penutup

Jika seseorang sudah 40 tahun tetapi:

* Masih lalai shalat
* Masih ringan berbuat dosa
* Masih menunda taubat

Maka ia perlu serius bermuhasabah.

Namun jika di usia 40 ia:

* Semakin lembut hatinya
* Semakin rajin ibadah
* Semakin bijak dalam bersikap
_______________________________

Dalil tentang Manfaat Usia Panjang

Rasulullah ﷺ bersabda:

> أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّىٰ بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً

“Allah telah memberi cukup alasan bagi seseorang yang dipanjangkan umurnya sampai enam puluh tahun.”
(HR. Al-Bukhari no. 6419)

🔹 Maknanya: umur panjang adalah **amanah** dan kesempatan terakhir untuk memperbaiki diri.

---

## 3️⃣ Amalan yang Dianjurkan di Usia 60

### ✅ 1. Memperbanyak Taubat

* Banyak ulama menekankan bahwa di usia senja, dosa-dosa harus segera diampuni melalui taubat dan istighfar.

### ✅ 2. Memperbanyak Shalat dan Dzikir

* Fokus pada kualitas shalat dan dzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah.
* Rasulullah ﷺ bersabda:

> “أفضل الأعمال عند الله الصلاة على وقتها”
> “Amalan terbaik di sisi Allah adalah shalat tepat pada waktunya.”

### ✅ 3. Memperbanyak Sedekah dan Amal Jariyah

* Sedekah, wakaf, dan amal jariyah akan menjadi **bekal yang abadi** setelah meninggal.

### ✅ 4. Berbakti kepada Anak dan Keluarga

* Menjadi teladan bagi anak-anak dan menata keluarga agar tetap dalam ketaatan kepada Allah.

### ✅ 5. Memperbanyak Doa dan Muhasabah

* Menyusun wasiat, memperbaiki hubungan sesama manusia, dan memohon ampunan.

---

## 4️⃣ Hikmah Usia 60

* Tubuh melemah → mengingatkan bahwa manusia **bergantung sepenuhnya pada Allah**.
* Waktu terbatas → memaksa fokus pada amal yang benar-benar bermanfaat.
* Kesempatan terakhir → memaksimalkan amal jariyah, sedekah, doa, dan perbaikan diri.

أَعْمَارُ أمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذلِكَ “Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (HR At-Tirmidzi)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا “Dialah Allah Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan agar Allah menguji kalian, siapakah di antara kalian yang paling baik amalnya?” (QS Al-Mulk (67): 2)

Itulah tanda keberkahan umur.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ آخِرَ أَعْمَالِنَا خَيْرًا وَاجْمَعْنَا مَعَ الصَّالِحِينَ وَارْزُقْنَا الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ

“Ya Allah, jadikanlah akhir amal kami adalah yang terbaik, kumpulkan kami bersama orang-orang saleh, dan masukkan kami ke surga dengan rahmat-Mu.”

_______________________________

Tema :

"Meniti Senja dengan Keberkahan"

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, sayyidina Muhammadin, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. 

Amma ba'du.

Yang kita muliakan, Bapak/Ibu/Opa/Oma [Nama yang ulang tahun] yang hari ini tengah berbahagia,
Serta bapak, ibu, saudara-saudara, dan anak cucu yang dikasihi Allah.

Puji syukur Alhamdulillah, pada hari ini Allah SWT masih memberikan kita nikmat yang tak terhingga, terutama nikmat umur panjang dan kesehatan, sehingga kita bisa berkumpul bersama merayakan Milad ke-[Sebutkan usia] Bapak/Ibu tercinta. 
Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang berbahagia,
Bertambahnya usia, khususnya memasuki usia senja, bukan sekadar bertambahnya angka, melainkan berkurangnya jatah waktu di dunia. Namun, di balik itu, ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang memberikan kesempatan emas bagi Bapak/Ibu untuk beribadah lebih khusyuk dan meningkatkan bekal menuju akhirat. 

Dalam Islam, usia tua adalah masa di mana seseorang harus lebih intensif menjaga lisan, menenangkan hati, dan bersabar. 

Ada tiga hal penting yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan syukuran ini:

1. Menjadi Lansia yang Bersyukur (Bahagia Bersama Keluarga)
Syukuri setiap helai uban, syukuri setiap kerutan, karena itu adalah tanda pengalaman hidup yang bijaksana. Jadikan sisa umur ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, zikir, dan shalat, sehingga hati tenang dan lapang. 
Kehadiran Bapak/Ibu adalah keberkahan bagi kami, keluarga, yang menjadi panutan dan pengayom.

2. Menjadi Lansia yang Bermanfaat (Tetap Produktif Secara Spiritual)
Usia lanjut tidak menghalangi kita untuk memberi manfaat. Meskipun fisik mungkin melemah, hati dan doa harus semakin kuat. 

3. Jadilah penasihat yang bijak bagi anak cucu, dan makmurkan masjid/tempat ibadah dengan ibadah wajib maupun sunnah.
Mempersiapkan Bekal Akhirat
Sebagaimana doa yang sering kita dengar, kita memohon agar sisa umur ini berkah, iman semakin kuat, dan akhir hayat yang husnul khatimah. 

Hadirin sekalian,
Mari kita doakan, semoga Bapak/Ibu [Nama yang ulang tahun] yang kita cintai senantiasa dilimpahi kesehatan, kekuatan, kebahagiaan, dan kasih sayang dari seluruh keluarga. Semoga setiap detak jantungnya bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Mabruk alfa mabruk, yaum miladik mabruk. (Berkah seribu berkah, hari lahirmu berkah). 

Penutup (Doa):

Allahumma thawwil 'umurana wa shahhih ajsadana wa nawwir qulubana wa tsabbit imanana wa ahsin a'malana wa wassi' arzaqana wa ilal khayri qarribna wa 'anisy-syarri ba'idna.

(Ya Allah, panjangkanlah umur kami, sehatkanlah tubuh kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan, dan jauhkanlah kami dari keburukan). Amin ya Rabbal 'Alamin. 
Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 قيل يا رسولَ اللهِ : من خيرُ الناسِ ؟ فقال : كلُّ مؤمنٍ مخمومُ القلبِ فقيل وما مخمومُ القلبِ ؟ فقال : هو التقيُّ النقيُّ الذي لا غشَّ فيه ولا بغيَ ولا غدرَ ولا غِلَّ ولا حسد .
خلاصة حكم المحدث : إسناده صحيح
الراوي : عبدالله بن عمر | المحدث : العراقي | المصدر : تخريج الإحياء للعراقي | الصفحة أو الرقم : 3/18
| التخريج : أخرجه الفسوي في ((المعرفة والتاريخ))، واللفظ له مطولا، وابن ماجه (4216)، والخرئطي في ((مكارم الأخلاق)) (45)، بنحوه.

Musnad Ahmad #26165
مسند أحمد ٢٦١٦٥: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَيْرَةَ عَنْ زَوْجِ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ عَنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ قَالَتْ قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ النَّاسِ أَقْرَؤُهُمْ وَأَتْقَاهُمْ وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَأَنْهَاهُمْ عَنْ الْمُنْكَرِ وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ

Musnad Ahmad 26165: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdul Malik] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Abdullah bin Umairah] dari [Suaminya Durrah binti Abu Lahab] dari Durrah binti Abu Lahab dia berkata: "Seorang laki-laki berdiri di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan beliau berada di atas mimbar. Laki-laki itu bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?" Beliau bersabda: "Manusia yang paling baik adalah yang paling mengerti (kitabullah), paling bertakwa, paling sering amar ma'ruf nahi munkar, dan yang paling sering menjalin tali silatur rahmi."

 الدارمي ٢٦٢٥: 
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Darimi 2625: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Ali bin Zaid bin Jud'an] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Abu Bakrah] bahwa ada seseorang berkata: "Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling baik?" Beliau menjawab: "Orang yang panjang usianya dan bagus amalnya." Orang itu bertanya lagi: "Siapa manusia yang paling hina?" Beliau menjawab: "Orang yang panjang usianya dan buruk amalnya." Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dengan sanad yang serupa.


عَنْ أَبِى مُوْسَى رضي الله عنه قَالَ : قَالُوْا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (رواه البخارى)

“Dari Abu Musa RA, dia berkata, para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? ” Rasulullah menjawab, “Siapa yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR Bukhari)


عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ : إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ اَحَبَّ الْاَعْمَالِ اِلَى اللهِ بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى الْمُسْلِمِ. (رواه الطبراني)

“Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain. (HR. Thabrani)

Hadis Nabi Riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud RA :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟, قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ” كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ”

“Telah bersabda Rasulullah SAW: “Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya?” Para sahabat menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullah!.” Beliau sallallahu alaihi wasallam menjawab: “(Haram tersentuh api neraka orang yang) hayyin, layyin, qarib, sahl.” “(HR. At-Tirmidzi)

Hadis ini menjelaskan bahwa golongan pertama yang haram disentuh api neraka adalah hayyin. Yaitu orang yang tidak suka memaki, tidak mudah melaknat, tidak mudah marah, tidak grasa-grusu, dan berwibawa.

Golongan kedua adalah layyin. Yaitu orang yang selalu menginginkan kebaikan antar sesama umat manusia. Dia selalu lemah lembut dan santun baik dalam berbuat maupun dalam bertutur kata, tidak suka memaksakan pendapatnya.

Sedangkan golongan ketiga adalah qarib. Yaitu orang yang akrab, ramah dan mudah diajak bicara, senantiasa menebar senyum jika bertemu dengan orang lain. Sisi baik lainnya adalah ia tidak lupa selalu memberi salam, sangat mudah diajak berteman, dan suka menyambung tali silaturahim.

Golongan terakhir adalah sahl. Yaitu orang yang tidak suka mempersulit sesuatu, suka menolong, dan selalu punya solusi di setiap permasalahan yang dihadapi. Dia selalu memudahkan urusan setiap muslim dengan cara yang benar dan tepat.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعَسِّرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ الدُّنْيَا وَالآَخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمَاً سَتَرَهُ اللهُ فِيْ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ… (رواه مسلم)

“Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari kesulitannya di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang meringankan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan meringankan baginya (urusannya) di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya…” (HR. Muslim).

يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيْئًاۖ وَٱلۡأَمۡرُ يَوۡمَئِذٍ لِّلَّهِ

“(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.”

(Al Infitar(82): 19)

Muhammad bin Ali bin Husain rahimahullah berkata,

إذا بلغ الرجل أربعين سنة ناداه مناد من السماء دنا الرحيل فأعد زادا

Bila seorang telah mencapai usia empat puluh tahun akan ada panggilan dari langit memanggilnya seraya berkata :
Waktu keberangkatan telah dekat persiapkanlah bekalmu.

Pernyataan tersebut merujuk pada sebuah atsar (perkataan sahabat/ulama salaf) yang sangat populer dalam nasihat Islam mengenai pendewasaan spiritual.
Berikut adalah penjabaran terkait kalimat "Ketika umur 40 tahun ada panggilan dari langit: Waktu berangkatmu sudah dekat":
Peringatan Waktu: Muhammad bin Ali bin Husain rahimahullah berkata: "Apabila seseorang telah mencapai usia empat puluh tahun, maka ada penyeru dari langit yang berseru: 'Waktu keberangkatan telah mendekat, maka persiapkanlah bekalmu'".
Makna: Panggilan ini bukan berupa suara gaib secara harfiah, melainkan sebuah alarm spiritual. Umur 40 tahun dianggap sebagai puncak kematangan fisik dan akal, sekaligus tanda bahwa umur manusia sudah mulai memasuki fase kedua (paruh baya) dan mendekati ajal.
Bekal Akhirat: Di usia ini, seseorang diperintahkan untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh karena waktu hidup yang tersisa diperkirakan sudah tidak sepanjang masa muda.
Konteks Al-Qur'an (Surat Al-Ahqaf: 15): 
Ayat ini menuntun orang yang memasuki usia 40 tahun untuk memperbanyak rasa syukur dan memperbaiki amal, karena 40-50 tahun adalah ukuran apakah seseorang akan konsisten menjadi baik. 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Usia 40 Tahun?
Memperbanyak Syukur & Taubat: Merenungi perjalanan hidup dan memohon ampun atas kelalaian masa lalu.
Meningkatkan Amal Saleh: Fokus beribadah dan mempersiapkan bekal untuk "perjalanan pulang".
Berdoa di Usia 40 Tahun: Membaca doa di Surat Al-Ahqaf: 15 agar dimampukan bersyukur dan beramal saleh. 
Hanya untuk fibaca dan direnungkan baru amalkan, semoga bermanfaat, Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar