عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ.
قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟
قَالَ: الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ.
Artinya:
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipu daya.
Pada masa itu, orang yang berdusta akan dibenarkan, sedangkan orang yang benar akan didustakan.
Orang yang berkhianat akan dipercaya, sedangkan orang yang amanah akan dianggap berkhianat.
Dan ruwaibidhah akan berbicara.”
Para sahabat bertanya, “Siapakah ruwaibidhah itu?”
Beliau ﷺ menjawab:
“Orang yang tidak berharga/tidak memiliki kapasitas, tetapi berbicara mengenai urusan masyarakat umum.”
📚 HR. Ibnu Majah, Sunan Ibn Mājah, no. 4036.
Hadis ini juga diriwayatkan melalui beberapa jalur lainnya.
Makna pentingnya
Hadis ini menggambarkan keadaan ketika standar kebenaran menjadi terbalik: kebohongan dianggap benar, kejujuran dicurigai, amanah tidak dipercaya, dan orang yang tidak memiliki kapasitas justru tampil berbicara mengenai persoalan publik.
Kata خَدَّاعَاتٌ (khaddā‘āt) berasal dari خَدَعَ yang berarti menipu atau memperdaya. Jadi, سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ dapat dipahami sebagai “masa/tahun-tahun yang banyak terjadi penipuan dan keadaan yang menyesatkan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar