Alumni ponpes روضة الهدا purabaya kab:Smi, dan المعهد الاسلاميه kota sukabumi

Jumat, 08 Mei 2026

MESJID QUBA TITIK AWAL BANGUNAN PERADABAN ISLAM

MESJID QUBA TITIK AWAL BANGUNAN PERADABAN ISLAM

Perjalanan panjang hijrah Nabi Muhammad ﷺ dari Mekkah menuju Madinah menyusuri jalan-jalan berbatu dengan panas yang menyengat, membelah hamparan padang pasir. Beliau ditemani sahabat setia Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه.
Sebuah perjalanan yang sarat tantangan, jebakan, dan ancaman. Musuh-musuh Islam terus mengintai, berusaha mencari celah untuk mencelakai bahkan membunuh beliau. Sungguh berat misi dakwah yang dipikul. Namun keteguhan iman dan kekuatan tekad beliau serta para sahabat mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada perjuangan yang benar-benar mudah dan nyaman. Setiap misi penegakan kebenaran pasti dipenuhi onak dan duri yang siap menjatuhkan mereka yang lemah jiwa.
Allah Ta’ala menggambarkan momen kritis ini dalam firman-Nya:
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ...
“Jika kalian tidak menolongnya (Muhammad), maka sungguh Allah telah menolongnya…”
(QS. At-Taubah: 40)
Hampir satu bulan perjalanan hijrah dilalui. Ketika beliau tiba di sekitar Madinah, dari sela-sela perbukitan dan jalan berbatu, sambutan hangat penduduk Madinah menyambut dengan penuh cinta dan haru. Lantunan nasyid menggema:
طلع البدر علينا من ثنية الوداع
وجب الشكر علينا ما دعا لله داع
“Telah terbit bulan purnama atas kami dari Tsaniyatul Wada’,
wajiblah kita bersyukur selama ada yang mengajak kepada Allah.”
Ketika sampai di daerah Quba, sekitar 6 km dari Masjid Nabawi saat ini, unta (bukan kuda) yang ditunggangi Rasulullah ﷺ diperebutkan oleh penduduk Madinah karena masing-masing berharap beliau singgah di rumah mereka. Namun beliau bersabda:
خلّوا سبيلها فإنها مأمورة
“Biarkan ia berjalan, karena sesungguhnya ia diperintah (oleh Allah).”
(HR. Ahmad)
Hingga akhirnya unta tersebut berhenti di sebuah kebun kurma di wilayah Quba. Di situlah berdiri Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.
Allah mengabadikan kemuliaan masjid ini dalam Al-Qur’an:
لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ
“Sungguh masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau shalat di dalamnya.”
(QS. At-Taubah: 108)
Rasulullah ﷺ tinggal beberapa hari di Quba dan selama itu beliau menginap di rumah Kulthum bin al-Hadm رضي الله عنه. Setelah itu beliau melanjutkan perjalanan ke pusat Madinah dan tinggal di rumah Abu Ayyub al-Ansari رضي الله عنه.
Keutamaan Masjid Quba sangat besar di sisi Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قباء فصلى فيه صلاة كان له كأجر عمرة
“Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah.”
(HR. Tirmidzi)

Hikmah dan Pelajaran

1.perencanaan Dakwah yang Matang
Sambutan hangat kaum Anshar bukan terjadi tiba-tiba, melainkan hasil dari strategi dakwah Rasulullah ﷺ sebelumnya dengan mengutus Mus'ab bin Umair رضي الله عنه sebagai duta Islam di Madinah.

3. Kharisma Kepemimpinan Nabi
Antusiasme masyarakat Madinah menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah sosok yang memiliki daya tarik ruhiyah dan akhlak yang tinggi, bukan sekadar pencitraan.

4. Semangat Pengorbanan
Kerelaan para sahabat menyerahkan harta dan tanah mereka untuk Islam menunjukkan hasil tarbiyah yang melahirkan jiwa pengorbanan (روح التضحية).

5.Prioritas Peradaban
Bangunan pertama yang didirikan Rasulullah ﷺ bukan rumah pribadi, melainkan masjid. Ini pesan besar bahwa pembangunan peradaban dimulai dari pondasi spiritual dan kebersamaan umat.

6. Memuliakan Sejarah sebagai Akar Peradaban
Apresiasi Rasulullah ﷺ terhadap Masjid Quba melalui pahala besar menunjukkan bahwa sejarah memiliki nilai strategis dalam membangun identitas dan kekuatan umat.

Fase Quba adalah bluefrint cetak biru atau pondasi bangunan peradaban Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar