1. Invidual/ibadah mahdoh
2. Sosial/Jama'i/Goer mahdoh
3. Spiritual/Nilai ibadah.
>> Sakho, Mudah memberi saat diminta
Diatas sakho
>> Juud, orang memberi tidak diminta punya kepekaan tinggi
Diatas juud
>> Karom, Orang mudah memberi rutin dgn jumlah besar
>> Diatas karom Itsaar, Memberikan hartanya pada orang lain walapun diapun butuh.
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ.
''Dan apa saja yang engkau infakkan, maka Allah akan mengganti. Dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi Rezeki.'' (QS Saba': 39).
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَالِمٍ بَخِيلٍ.
''Orang yang dermawan (al-sakhi) itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang pelit (al-bakhil) itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah ketimbang ahli ibadah yang pelit.'' (HR Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah).
ورواه في اللآلئ عن عائشة بلفظ طعام البخيل داء وطعام السخي شفاء،
(كشف الخفاء - العجلوني - ج ٢ - الصفحة ٣٨)
وأما حديث علي، فسياقه عند الحاكم:
اطلبوا المعروف من رحماء أمتي تعيشوا في أكنافهم، ولا تطلبوه من القاسية قلوبهم فإن اللعنة تنزل عليهم.
Carilah kebaikan dari orang-orang yang penuh belas kasihan di antara umatku agar kamu bisa hidup di antara mereka, dan jangan mencarinya dari orang-orang yang keras hati, karena laknat akan menimpa mereka.
*Tiga Level Dermawan*
Ada tiga level dermawan (orang mendermakan hartanya);
1. As-Sakhā’ (السخاء)
Memberikan sebagian harta yang dibutuhkan, namun masih menyisakan bagian yang lebih besar untuk dirinya.
Seseorang memberikan sesuatu dengan lapang dada, tanpa merasa berkurang dan tanpa merasa berat. Pemberiannya tidak mengurangi apa yang ia miliki.
2. Al-Jūd (الجود)
Memberikan sebagian besar yang dimiliki dan menyisakan sedikit untuk dirinya. Tingkatan ini menunjukkan jiwa yang luhur dan dermawan
3. Al-Ītsār (الإيثار)
Mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhannya sendiri, padahal ia sendiri membutuhkannya. Al itsar merupakan level kedermawanan paling tinggi
Tentang al-ītsār:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri sekalipun mereka juga memerlukan.”
(QS. Al-Hasyr: 9)
*Imam Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Madarij as-Salikin (مدارج السالكين). Jilid 2, Halaman 265–270.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar