Alumni ponpes روضة الهدا purabaya kab:Smi, dan المعهد الاسلاميه kota sukabumi

Minggu, 02 Oktober 2016

Doa supaya cepet jodoh

Untuk laki-laki : رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ROBBANAA HAB LANAA MIN AZWAAJINAA WA DZURRIYYAATINAA QURROTA A'YUN, WAJ'ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS; Alfurqon ayat 74) • Untuk perempuan : اللهم ابعث بعلا صالحا لخطبتى وعطف قلبه علي بحق كلامك القديم وبرسولك الكريم بالف الف لاحولا ولا قوة الا بالله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين Allaahumma ib’ats ba’lan shoolihan likhitbaty wa ‘atthif qolbahuu ‘alayya bi haqqi kalaamikal qodiimi wa rasuulikal kariimi bi alfi alfi Laa haula wa laa Quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziimi, wa shollaa allahu ‘alaa sayyidinaa wa ‘alaa aaalihii wa shohbihii, walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin "Ya Allah kirimkan calon suami sholih untuk meminangku, lembutkan hatinya untukku dengan haq firmanMu yang dahulu dan utusanMu yang mulia dengan berkah sejuata Laa haula wa laa Quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziimi, shalawat salam semoga tercurah pada baginda Muhammad keluarga dan para sahabatnya, segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam". AMALAN MENDEKATKAN JODOH Dalam Kitab Addayrobi Alkabiir, tertera amalan memudahkan JODOH untuk perempuan : ~ Ambil debu dari masjid yg berjamaah ramai secukupnya (ngambilnya bilang ya,.? Kalau ngga bisa di gebukin orang sejamaah bukannya dapat jodoh malah dapat jontor.. Hehe ) ~ Jadikan debu tsb (dicampur air) bulatan2 kecil semacam tablet 7 buah ~ Dalam bulatan tsb diisi tulisan وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ Artinya : Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, Surat Al Hajj Ayat 27 (Yang ditulis arabnya saja dan pada kata يَأْتِينَ ditulis tiga kali) ~ Setiap hari jumat bulatan tablet tsb dilarutkan ke dalam air dan di buat mandi (satu bulatan saja, besok jumat berikutnya juga satu lagi dan seterusnya) ~ Air yg telah dipake buat mandi tsb. siramkan di jalan raya Maaf caranya agak ribet, tapi Insya Allah belum sampai 7 minggu (hingga bulatan tablet yg di buat habis) sdh akan ada hasilnya.. Kalau ragu2 ngga usah di kerjakan :) ...

Agar cepet dapat jodo


Salah satunya dengan mengamalkan Amalan Agar Cepat Dapat Jodoh berikut ini :

AMALAN I : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

BISMILLAHIRROKHMANIROKHIIM 100X
QUL IN KUNTUM TUKHIBBUNALLOHA
FATTABI-UNI YUKHBIBKUMULLOHI,WAYAGHFIRLAKUM DZUNUBAKUM
WALLOHU GHOFURURROKHIIM 300X

ROBBI HABLII MILADUN-KA ZAUJAN(JIKA MENGINGINKAN PRIA) / AZWAJAN(JIKA MENGINGINKAN WANITA) THOYYIBAN WAYAKUUNA
SOKHIBALII FIDDUN-YA WAL AKHIROH 100X

KHASBIYALLOHU LAA ILAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKALTU
WAHUWA ROBBUL ‘ARSYIL ‘ADZIIM 100X

Tata Cara Mengamalkan
Amalkan habis sholat isyak
Habis baca tiupkan ke sebotol air minum dan anda wajib minum air itu dimanapun berada, Hingga batas waktu Sampai maghrib air tersebut harus habis
Istiqomahkan tiap hari sampai anda dapat jodoh sesuai harapan anda

AMALAN II : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Habis sholat 5 waktu baca sholawat nariyah 41 x , kalau yang lagi sibuk karena kerjaan cukup membaca 11 x saja.

Kemudian baca doa :

Allohumma hablana min azwajina waqurota akyunin waj’alna lil muttaqinna imama 11x

Di baca dengan sepenuh hati
.
Amalan ini adalah doa yang di baca oleh orang yang bersayap ketika dalam mimpi, amalan ini harus di baca habis sholat 5 waktu. Kalau pengen hasil yang optimal lakukan dengan istiqomah dan bersungguh-sungguh.

Cerita dikit ya plend.... seperti beberapa waktu yang lalu pada tahun 2010 kmaren ada teman istri saya perempuan yang kbetulan belum menikah,terus saya kasih amalan 2 bulan berikutnya kemudian dia dilamar seorang anak laki dari pemilik pondok pesantren di daerah jombang jawa timur kemudian satu minggu kemudian teman istri saya ini menikah,sampai saat ini teman istri saya tnggal bersama suaminya di pondok pesantren kabar terakhir yang saya dapat dia sudah hamil,kepada sedulur kwa yang mau ngamalin amaln ini harus istiqomah apabila diamalkan dengan waktu yang lama dan rasa ke ikhlasan insya Alloh jodoh yang anda dambakan engan karakter yang anda inginkan akan datangkan dengan sendirinya.dan apabila sudah berkeluaraga amalkan sholawat nariyahnya saja buat memperlancar ekonomi.

AMALAN III : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Puasalah selama tujuh hari. Setiap ba'da shalat fardhu membaca surah al-Fatihah 71 kali dikhususkan kepada orang yang dicintai. Setiap tengah malam bangun untuk tahajud dan setelah itu mmebaca surah al_Fatihah sebanyak tiga ratus tiga belas kali dihususkan kepada yang dicintai. Atau kalau belum ada yang dicintai (masih cari-cari) maka dikhususkan untuk seluruh muslimah yang belum menikah dan belum dilamar. Dari kitab Jawahirul Hikmah

AMALAN IV : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Setelah ba'da isya' membaca surah Yasin sebanyak 41 kali. Setelah itu memohon kepada Allah agar dimudahkan dan dicepatkan jodohnya. Ijazah yang admin terima dari ulama.

AMALAN V : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Sering-seringlah membaca "Wa allafa baina quluubihim la anfaqta maa fil ardhi jamii'an maa allafta baina quluubihim wa laakinnallaaha allafa bainahum innahuu 'aziizun hakiim.

AMALAN VI : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Setiap ba'da shalat fardhu membaca Q.S. Al-Furqan ayat 74 sebanyak minimal 3 kali secara istiqamah. Kalau lupa maka harus diqadhai. Lakukan sampai berhasil, insya Allah lekas berhasil. Ayat yang dimaksud adalah "Rabbana Hablana min azwaajina wa dzurriyyaatina qurrata a'yun waj'ana lilmuttaqiina imaama. Fadhailul Quran

AMALAN VII : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Setiap ba'da shalat maktubah bacalah doa ini : "Allaahumma innii uriidu an atazawwaja faqaddirlii minannisaa'i a'affahunna farjan wa ahfadzahunna lii fii nafsihaa wa fii maa lii wa ausa'ahunna rizqa wa a'dzamahunna barakah wa qaddirlii waladan thayyiban taj'aluhu khalafann shaalihan fii hayaatii wa ba'da mamaatii.")

AMALAN VIII : Amalan Dahsyat Agar Cepat Dapat Jodoh

Banyak-banyak membaca Q.S. An-Naml ayat 30 (Innahuu min sulaimana wa innahuu bismillaahirrahmaanirrahiim * Alaa ta'lau 'alayya wa'tuunii muslimiin)

TAMBAHAN :

Kalau amalan ini khusus untuk mendoakan seseorang yang belum dapat jodoh. Kalau anda seorang yang doanya berkah dan cepat dikabulkan oleh Allah, maka kalau ada yang minta didoakan agar segera cepat dapat jodoh maka doakanlah orang tersebut dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan membaca doa : "Allaahummaj'alhaa (sebutkan orang yang minta agar cepat dapat jodoh) mahbuubatan fii quluubil mu'miniin wa basysyirhaa .... wa ballighhaa ilaa miati 'isyriina hasanah. Fallaahu khoirun haafidzan wa huwa arhamur raahimiin.

Do’a Jodoh Khusus Untuk Laki-Laki

Rabbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuha wa atazawwaj biha watakuna shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhirah ( Ya Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi yang menjadi sahabatku dalam urusan agama,urusan dunia dan akhirat ).

* Dibaca setelah sholat fardhu sebanyak 1x atau 3x dan secara istiqomah.

Do’a Jodoh Khusus Untuk Wanita

Rabbi habli milladunka zaujan thayyiban wayakuuna shaahiban lii fiddiini waddunyaa wal aakhirah ( Ya Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat ).

* Dibaca setelah sholat fardhu sebanyak 1x atau 3x dan secara istiqomah.

Demikianlah delapan AMALAN DAHSYAT AGAR CEPAT MENDAPATKAN JODOH yang dapat saya bagikan. Silakan sahabat mengamalkan salah satu amalan di atas yang paling cocok di hati dan paling disukai.

Untuk doa jodoh khusus laki-laki atau wanita anda wajib membaca nya setelah ba'da sholat. Harapan dari admin, semoga hajat anda senantiasa dikabulkan oleh Allah Ta'ala. aamiin

Sabtu, 01 Oktober 2016

Janji allah bagi orang yg akan menikah

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping dan lain-lain. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku… 1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin. 2. “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”. Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya? 3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang. 4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21) 5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60) Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. Waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia , pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. Penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar dan seterusnya. Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Barang siapa yang mendatangi peramal/dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). “Ingat nikah itu untuk ibadah, bukan untuk senang-senang atau main-main. Kalau memang sudah siap lahir, batin dan mental segeralah menikah” Sumber : http://irul-pml.blogspot.com/2010/12/janji-allah-bagi-orang-yang-akan.html?zx=6d88a5066a013dcf Wallahu a’lam bish-shawabi… (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)

Iblis mau tobat

Dihikayatkan bahwa Iblis pernah mendatangi Nabi Musa as. Ia berkata: “Hai Musa, engkau adalah manusia yang diilih Allah untuk menjadi Rasul dan diajak berbicara oleh Allah. Dan aku adalah salah satu dari makhluk-makhluk Allah. Aku telah berbuat dosa dan aku ingin bertaubat. Maka mintakan bagiku syafaat dari Tuhanku agar DIA menerima taubatku.” “Baiklah.” Kata Nabi Musa as. Ketika Nabi Musa naik ke gunung dan berbicara dengan Tuhannya SWT, saat ia akan turun. Allah SWT berfirman, “Sampaikanlah amanat yang diberikan padamu! ” Nabi Musa as pun teringat permintaan Iblis dan berkata, “Ya Tuhanku, hamba-Mu Iblis ingin bertaubat.“ Allah mewahyukan pada Nabi Musa as, “Hai Musa, aku kabulkan permintaanmu, perintahan ia untuk sujud kepada kubur Adam maka Aku akan menerima taubatnya.” Saat Nabi Musa as bertemu Iblis, beliau berkata: “Aku telah memenuhi permintaanmu, kau hanya perlu bersujud sekali saja kepada kuburan Adam maka taubatmu akan diterima.” Mendengar ini timbul kemarahan Iblis dan sifat sombongnya, ia berkata: “Aku tidak sudi sujud kepadanya ketika ia hidup, bagaimana aku dapat sujud kepadanya setelah ia mati?!” Lalu Iblis berkata, “Hai Musa, kau memiliki hak atasku karena engkau telah memintakan syafaat bagiku kepada Tuhanmu. Ingatlah aku dalah tiga hal agar aku tidak dapat membinasakanmu di dalamnya. 1. Ingatlah aku ketika engkau marah, sebab ketika itu ruhku ada dalam hatimu, mataku ada dalam matamu, dan aku mengalir dalam aliran darahmu. Ingat aku ketika kau marah, sebab jika seorang marah maka aku meniup ke dalam hidungnya sehingga ia tidak lagi mengetahui apa yang ia lakukan. 2. Ingatlah pula aku ketika kau berhadapan dengan pasukan musuh, sebab aku mendatangi manusa ketika dihadapkan dengan pasukan musuh dan aku ingatkan ia mengenai istrinya, anaknya, keluarganya sehingga ia kabur dari peperangan. 3. Dan hati-hati, jangan kau duduk bersama seorang wanita yang bukan mahram. Sebab aku adalah utusannya kepadamu dan utusanmu kepadanya. Aku akan terus menerus berada bersama kalian berdua hingga aku dapat memfitnahmu dengan sebab wanita itu atau aku memfitnahnya dengan sebab dirimu.” (Diterjemah bebas dari kitab Ihyaulumiddin karya Imam Ghozali)

Kisah imam syafi'i dgn muridnya

*Kitab kitab sejarah menceritakan kepada Kita bahwa Yunus bin Abdil A’la adalah merupakan salah satu dari para santrinya Imam Safi’i. * Beliau pernah berbeda pendapat dengan gurunya yaitu Imam Syafi’i dalam satu masalah. * Yaitu ketika Sang guru sedang menyampaikan pelajaran di sebuah mesjid. * Karena perbedaan itu Yunus berdiri marah dan keluar meninggalkan pelajaran yang sedang disampaikan oleh Imam Syafi’i, Dia pergi menuju rumahnya. * Ketika waktu malam tiba, Yunus mendengar pintu rumahnya ada yang mengetuk. * Lalu Beliau bertanya: Siapa diluar dekat pintu? Yang mengetuk pintu menjawab: Muhammad Bin Idris. * Kata Yunus: Aku berpikir,, dari semua orang yang ku kenal tidak ada yang bernama Muhammad bin Idris kecuali guruku Imam Syafi’i. * Kata Yunus: Begitu pintu Aku buka.. Aku sangat terkejut ternyata memang Beliau. *Lalu Imam Syafi’i berkata: Wahai Yunus… Ratusan masalah mempersatukan kita dan hanya karena satu masalah Kita berpisah. * Wahai Yunus.. janganlah Engkau berusaha menjadi pemenang dalam setiap debat dan berbeda pendapat!! * Karena meraih hati lebih utama dari pada meraih kedudukan di setiap saat. * Wahai Yunus.. janganlah Engkau robohkan jembatan yang telah Aku bangun dan telah Aku lalui.. karena bisa jadi jembatan itu akan Engkau butuhkan lagi untuk kembali di suatu saat nanti. * Bencilah terhadap perbuatan salah tapi janganlah Engkau membenci orang yang berbuat salah!! * Bencilah terhadap perbuatan maksiat dengan sepenuh hatimu tapi maafkanlah dan kasihanilah orang yang berbuat maksiat!! * Wahai Yunus.. Kritiklah dan sanggahlah pendapat tapi tetap hormatilah orang orang yang berpendapat!! * Karena sesungguhnya tujuan Kita sama yaitu memberantas penyakit bukan memberantas orang orang sakit…

Kisah memilih menantu

Hati-Hati Memilih Menantu….(nasehat untuk para orang tua)
Diceritakan, dahulu di kota marwu (salah satu kota di negara Persia), terdapat seorang laki-laki yang bernama Nuh bin Maryam, ia adalah seorang pemimpin sekaligus Qadli kota tersebut. Ia adalah seorang laki-laki yang banyak mendapatkan nikmat juga harta benda yang melimpah. Ia juga seorang bapak yang memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik, baik, menarik, sungguh sempurna sekali kecantikannya. Telah banyak para pembesar, petinggi, atau pemuda-pemuda kaya yang datang untuk melamarnya. Tetapi tak ada seorang pun dari mereka yang datang, dapat membuat tertarik hati syaikh Nuh bin Maryam untuk melepaskan anak gadisnya. Karena melihat putrinya sudah waktunya menikah, tetapi belum menemukan sosok yang cocok sebagai pendamping putrinya, syaikh Nuh bin Maryam merasa gundah dan susah menghadapi masalah ini. “Jika aku memilih salah satu dari mereka, maka sebagian yang lain tentu akan merasa kecewa”, kata syaikh Nuh bin Maryam. Syaikh Nuh bin Maryam memiliki seorang budak laki-laki yang bernama Mubarok, ia adalah seorang budak yang berasal dari India dan merupakan seorang budak laki-laki yang sangat bertaqwa. Beliau memiliki kebun yang sangat luas, kebun tersebut ia tanami dengan berbagai macam pohon, buah-buahan, juga tumbuh-tumbuhan. Syaikh Nuh bin Maryam berkata kepada budak laki-lakinya; “Aku ingin engkau merawat dan menjaga kebunku”. Mendapat perintah tersebut, ia lalu mulai menjaga dan menetap di kebun syaikh Nuh bin Maryam selama satu bulan penuh. Beberapa hari kemudian setelah Mubarok mulai menjaga kebun tersebut, tuannya mengunjungi kebun untuk melihatnya. Ia berkata kepada Mubarok; “Wahai Mubarok, petikkan aku segenggam anggur”. Mendapat perintah demikian, Mubarok segera mengambilkan segenggam kurma, tetapi anggur yang dipetikkan oleh Mubarok, ternyata terasa masam. Mendapat anggur yang masam, syaikh Nuh bin Maryam memerintahkan Mubarok untuk memetikkan anggur yang lain; “Petikkan aku anggur yang lain, yang tadi masam rasanya…!” Mendapatkan perintah demikian, ia mulai memetikkan anggur yang lain, tetapi lagi-lagi anggur yang ia petik masam juga rasanya. Mengetahui hal tersebut, syaikh Nuh bin Maryam heran lalu bertanya pada Mubarok; “Wahai Mubarok, dari anggur sebanyak ini, kenapa engkau tidak bisa memetikkan untukku anggur yang manis, engkau malah memetikkan anggur yang masam??”. “Wahai tuanku, sungguh aku tak tau, mana anggur yang manis dan mana anggur yang masam”, kata Mubarok. “Subhanallah, engkau hidup satu bulan penuh dalam kebun anggur tetapi engkau belum bisa membedakan mana anggur yang manis dan mana yang masam??”. “benar wahai tuanku, aku tidak bisa membedakannya”, kata Mubarok. “Kenapa engkau tidak mencicipi anggur tersebut, agar tau rasanya?”, kata syaikh Nuh bin Maryam. “Engkau hanya memerintahkan aku untuk menjaganya, dan tidak memerintahkan aku untuk mencicipinya, bagaimana bisa aku mengkhianatimu wahai tuanku?!”. Kata Mubarok. Mendengar jawaban demikain, al-Qadli syaikh Nuh bin Maryam merasa takjub akan kejujuran pemuda ini, lalu berkata; “Semoga Allah menjagamu atas amanah yang engkau emban wahai pemuda”. Syaikh Nuh bin Maryam sekarang tau, bahwa pemuda yang sedang berada di hadapannya adalah pemuda yang memiliki akal yang cerdas. Syaikh Nuh bin Maryam berkata; “Wahai anak muda, sungguh hatiku saat ini sangat senang kepadamu, dan aku ingin, engkau melaksanakan perintahku berikutnya”. “Aku selalu mentaati Allah Ta’ala dan perintahmu wahai syaikh”, kata Mubarok. Syaikh Nuh bin Maryam berkata; “Sesungguhnya aku memiliki seorang putri yang sangat cantik dan sudah pernah di khitbah oleh banyak para pembesar dan orang-orang penting, tetapi aku masih belum tau, siapa di antara mereka yang harus aku jadikan menantu, apa saranmu atas masalahku ini??”. Mubarok berkata; “Orang-orang kafir zaman jahiliyyah, mereka lebih mengutamakan keturunan, nasab, kemasyhuran keluarga, juga kedudukan”. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani lebih mengutamakan keelokan dan kecantikan. Pada masa Nabi shalallahu’alaihi wasallam, para sahabat lebih mengutamakan kebaikan agama juga ketaqwaan”. “Sedangkan di zaman kita sekarang, dalam masalah mencari mantu, para orang tua lebih mengutamakan banyaknya harta benda. Oleh karena itu wahai syaikh, anda bebas menentukan pilihan anda dari empat hal ini”. Mendapat jawaban demikian, syaikh Nuh bin Maryam berkata; “wahai pemuda, aku lebih memilih calon yang kokoh agamanya, bertaqwa dan amanah. Oleh karena itu, aku ingin menjadikan engkau sebagai menantuku. Karena aku sungguh telah menemukan kebaikan, agama yang kokoh, juga amanah pada dirimu. Juga engkau adalah pemuda yang memiliki iffah (kemulyaan diri) juga penjagaan diri yang bagus”. Mendegar ucapan tuannya, Mubarok berkata; “Wahai tuan, saya adalah seorang budak yang berasal dari India dan berkulit hitam yang telah engkau beli dengan hartamu, kenapa engkau malah ingin menikahkan aku dengan anakmu? Mengapa engkau malah meilihku dan ridlo kepadaku?”. “Berdirilah bersamaku menuju rumahku untuk merembug masalah ini, kata syaikh Nuh bin Maryam. Setelah syaikh Nuh bin Maryam bersama Mubarok sampai di rumah, beliau berkata kepada istrinya; “Ketahuilah, pemuda India ini adalah seorang pemuda yang baik agamanya juga bertaqwa, aku suka akan kesalehannya dan aku ingin menikahkannya dengan anak kita, apa pendapatmu mengenai hal ini?”. “Semua keputusan berada di tanganmu wahai suamiku, tetapi berilah aku waktu sebentar untuk memberitahu anak kita, aku ingin mendengar jawabannya”, kata sang istri. Sesampainya istri syaikh Nuh bin Maryam kepada anaknya, ia berkata kepadanya tentang keinginan ayahnya. Mendengar perkataan ibunya, gadis tersebut menjawab; “Jika hal tersebut sudah menjadi pilihan ayah dan ibu, maka aku akan melaksanakannya, aku tidak akan pernah menentang keputusan ayah dan ibu, aku akan selalu berbuat baik kepada ayah dan ibu”. Mendapat persetujuan dari anak gadisnya yang sangat salihah ini, syaikh Nuh bin Maryam segera menikahkan Mubarok dengan anak gadisnya tersebut. Setelah pernikahan, syaikh Nuh bin Maryam memberikan harta yang sangat banyak sekali kepada kedua mempelai tersebut, dan tidak begitu lama kemudian, lahirlah dari kedua pasangan yang saleh dan solihah tersebut seorang anak laki-laki tampan yang kemudian dinamai Abdullah. Dialah anak yang kelak sangat terkenal di kalangan Ulama Islam dengan nama Abdullah bin Mubarok, seorang ulama besar yang memiliki banyak ilmu, zuhud, dan banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam. Sampai saat ini, nama besar Abdullah bin Mubarok masih dikenang dalam dunia Islam. اللهم ان كنت صالحا ارزقني زوجة صالحة وان لم اكن صالحا ارزقني زوجة تصلحني *Disadur dari kitab at-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk karya al-Imam al-Ghazali oleh al-Faqir As’ad.

Jumat, 30 September 2016

Dalil puasa dibulan yang mulya

Puasa dibulan mulya

Memperbanyak Berpuasa Pada Bulan-Bulan Suci (4 Bulan Haram)
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Yang dimaksud dengan bulan haram atau bulan suci ialah bulan Dzulka’idah, dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Pada bulan-bulan itulah disunatkan banyak berpuasa. Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan,”Dinamakan bulan haram karena ada dua alasan. Pertama, karena diharamkan pembunuhan pada bulan tersebut sebagaimana hal ini juga diyakini orang jahiliyyah. Kedua, karena pelarangan untuk melakukan berbagai perbuatan haram pada bulan tersebut lebih keras dari pada bulan-bulan lainnya.” (Lihat Zadul Maysir, Ibnul Jauziy).
Di dalam al-Qur'an, Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّہُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَہۡرً۬ا فِى ڪِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡہَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ۬‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ‌ۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيہِنَّ أَنفُسَڪُمۡ‌ۚ
(yang artinya), ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah : 36).

1. Dalil Berpuasa di Bulan-Bulan Haram
Diterima dari seorang laki-laki dari Bahilah, ceritanya: Artinya: “Bahwa ia datang menemui Rasulullah saw. Katanya: ‘Ya Rasuullah, saya adalah laki-laki yang datang menemui anda pada tahun pertama, Ujar Nabi saw.:”Kenapa keadaanmu telah jauh berubah,padahal dahulunya kelihatan baik?’ Ujar laki-laki itu: ‘Semenjak berpisah dengan Anda itu, saya tidak makan hanyalah di waktu malam’, Maka Tanya Rasulullah saw. : ‘Kenapa kamu siksa dirimu’? Lalu sabdanya: ‘Berpuasalah pada bulan Shabar- yakni bulan Ramadhan – dan satu hari dari setiap bulan’! Tambahkanlah  buatku, karena saya kuat melakukannya’!ujar laki-laki itu. ‘Berpuasalah dua hari’! Ujar Nabi. ‘Tambahlah lagi’! mohon laki-laki itu pula. Maka sabda Nabi: ‘Berpuasalah pada bulan suci lalu berbukalah, kemudian berpuasalah, pada bulan suci lalu berbukalah, kemudan berpuasalah pada bulan suci lagi lalu berbukalah’!Sambil mengucapkan itu Nabi memberi isyarat dengan jari-jarinya yang tiga, mula-mula digenggamnya lalu dilepaskannya.”[1].

2. Puasa Dzulkaidah
Zulkaidah (Bahasa Arab: ذو القعدة, transliterasi: Dzulqaidah), adalah bulan kesebelas dalam penanggalan Islam, hijriyah. Ia merupakan bulan yang mengandung makna sakral dalam sejarah di mana pada bulan ini terdapat larangan berperang. Makna kata Zulkaidah adalah 'Penguasa Gencatan Senjata' sebab pada saat itu bangsa Arab meniadakan peperangan pada bulan ini. Bulan ini memiliki nama lain. Diantaranya, orang jahiliyah menyebut bulan ini dgn waranah. Ada juga orang arab yang menyebut bulan ini dgn nama: Al Hawa’. (Al Mu’jam Al Wasith, kata: Waranah atau Al Hawa’).
Hadis Shahih Seputar Bulan Dzul Qa’dah
Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit & bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, & Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani & Sya’ban.” [2].
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Dzul Qai’dah, kecuali umrah yang dilakukan bersama hajinya. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Dzul Qai’dah, umrah tahun depan di bulan Dzul Qo’dah, …[3].
Masyarakat Jahiliyah & Bulan Dzul Qai’dah
Masyarakat arab sangat menghormati bulan-bulan haram, baik di masa jahiliyah maupun di masa islam, termasuk diantaranya bulan Dzul Qai’dah. Di zaman jahiliyah, bulan Dzul Qai’dah merupakan kesempatan utk berdagang & memamerkan syair-syair mereka.
Mereka mengadakan pasar-pasar tertentu utk menggelar pertunjukkan pamer syair, pamer kehormatan suku & golongan, sambil berdagang di sekitar Mekkah, kemudian selanjutnya mereka melaksanakan ibadah haji.

3. Puasa di Awal Dzulhijah
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." [4].. Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholih lainnya.Di antara amalan yang dianjurkan di awal Dzulhijah adalah amalan puasa.
Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya[, ...”[5].

4. Puasa Bulan Muharram
Bulan Muharram-atau yang lebih dikenal masyarakan Jawa dengan nama bulan suro-bukanlah bulan sial. Bukan pula waktu dimana kita harus menghindari aktivitas atau hajatan besar di bulan ini. Akan tetapi bulan ini adalah bulan yang Allah muliakan. Sepantasnya juga kita memuliakan bulan ini dengan ibadah dan amalan saleh…
Dan tentang puasa ‘Asyura:
Pahalanya adalah pengampunan atas dosa setahun sebelumnya: Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu, وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ “Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”. [6].
Hadits Tentang Kaidah Puasa 'Asyura: Diterima dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Ditanyakan orang kepada Rasulullah saw.'Shalat apakah yang lebih utama setelah shalat fardhu '? Ujar Nabi: 'Yaitu shalat di tengah malam'. Tanya mereka lagi:'Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?' Ujar Nabi : 'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram'." [7].
Untuk penjelasan lengkap klik Keutamaan Puasa Asy-Syura' (Muharram).

5. Puasa Pada Bulan Rajab (?)
Mengenai puasa pada bulan Rajab, tidak ada kelebihan yang menonjol baginya dari bulan-bulan lain, kecuali bahwa ia termasuk bulan suci. Dan tidak diterima dari sunnah keterangan yang sah bahwa berpuasa pada bulan itu mempunyai keistimewaan khusus. Ada juga diterima berita, tetapi tidak dapat dipertanggung-jawabkan sebagai alasan.
Berkata Ibnu Hajar: "Tidak ada diterima hadits yang sah yang dipakai sebagai alasan mengenai keutamaan bulan itu dan keutamaan berpuasa padanya, tidak pula mengenai kelebihan berpuasa pada hari-hari tertentu dari padanya, atau berjaga-jaga pada malam harinya."

6. Ketentuan dalam Puasa Sunnah
Ketentuan dalam Melakukan Puasa Sunnah
1. Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, minum dan selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.
2. Boleh menyempurnakan atau membatalkan puasa sunnah. Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah diatas. Puasa sunnah merupakan pilihan bagi seseorang ketika ia ingin memulainya, begitu pula ketika ia ingin meneruskan puasanya. Inilah pendapat dari sekelompok sahabat,
3. Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seizin suaminya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada kecuali dengan seizinnya.” [8].
Allaahu a’lam.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Fikih Sunnah jilid 3, hal.245-247, Sayyid Sabiq, Penerbit: P.T.Al-Ma’arif  - Bandung.
http://id.wikipedia.org/wiki/Dzulkaidah
***
[1]. H.R. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Baihaqi dengan sanad yang baik.
“Dilepaskanya” maksudnya sebagai isyarat agar orang itu berpuasa selama tiga hari, lalu berbuka selama tiga hari pula.
[2]. (HR. Al Bukhari & Muslim).
[3]. (HR. Al Bukhari).
[4]. (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968. Shahih).
[5]. (HR. Abu Daud no. 2437. Shahih).
[6]. [Sunan Abu Dawud].
[7]. (Riwayat Ahmad, Muslim dan Abu Daud).
[8]. (HR. Bukhari no. 5192 dan Muslim no. 1026)

Wallohu a'lam