Semoga Ust AST dan team senantiasa sehat selalu sekeluarga. Boleh menulis bantahan atas tulisan ini? Ini artikel yg diambil dari grup … di Telegram.
𝗔𝗤𝗜𝗗𝗔𝗛 𝗔𝗦𝗬’𝗔𝗥𝗜𝗬𝗬𝗔𝗛 𝗠𝗨𝗧𝗔’𝗔𝗞𝗛𝗜𝗥𝗜𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗦𝗘𝗠𝗕𝗘𝗟𝗜𝗛𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗥𝗘𝗞𝗔
Permasalahan Asy’ariyyah bukan perkara baru. Ia muncul sejak abad ke-4 H ketika Ahlul Kalam mencampurkan aqidah Islam dengan ushul Jahmiyyah dan Mu’tazilah. Salaf Ahlus Sunnah telah membantah dan menjelaskan hukum mereka dengan jelas. Makalah ini memaparkan aqidah Asy’ariyyah muta’akhirin, hukumnya, dan hukum sembelihan mereka menurut perkataan Imam salaf, tanpa kompromi.
𝟭. 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗮 𝗔𝘀𝘆’𝗮𝗿𝗶𝘆𝘆𝗮𝗵 𝗠𝘂𝘁𝗮’𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗶𝗻?
Asy’ariyyah muta’akhirin adalah kelompok yang menisbatkan diri kepada Abu Hasan Al-Asy’ari, padahal mereka menyelisihi aqidahnya di akhir hidupnya. Mereka dipimpin oleh:
1. Al-Baqillani 403 H
2. Abdul Malik Al-Juwaini 478 H
3. Abu Hamid Al-Ghazali 505 H
4. Fakhruddin Ar-Razi 606 H
Pokok aqidah mereka :
a. Ta’thil Shifat Allah
Menafikan sifat yad, wajh, istiwa’, nuzul. Istiwa’ ditakwil istaula, yad ditakwil qudrah.
Ini persis perkataan Jahm bin Shafwan dan Bisyir Al-Marisi.
b. Mengingkari Kalamullah
Mereka berkata Al-Qur’an bukan kalam Allah yang didengar, tapi ma’na nafsani. Lafazhnya makhluk. Ini aqidah Jahmiyyah murni.
c. Mengingkari Uluw Allah
Mereka berkata Allah tidak di atas, tidak di luar alam, tidak di dalam alam.
Ini penyamaan Allah dengan ‘adam, dan penyelisihan nash mutawatir.
𝟮. 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗔𝘀𝘆’𝗮𝗿𝗶𝘆𝘆𝗮𝗵 𝗠𝘂𝘁𝗮’𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗶𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗳
a. Imam Abul Fadl Umar bin Ibrahim al Harawi 425 H
"لا تحل ذبائح الأشعرية، لأنهم ليسوا بمسلمين، ولا بأهل كتاب، ولا يُثبتون في الأرض كتاب الله."
"Sembelihan Asy’ariyyah tidak halal, karena mereka bukan muslim, bukan Ahli Kitab, dan tidak menetapkan Kitab Allah di muka bumi."
b. Imam Abu Nasr As Sijzi 444 H
هؤلاء القوم خالفوا الكتاب والسنة وإجماع السلف في إثبات الصفات، ونفوا العلو والاستواء على العرش، وقالوا بقول الجهمية والمعتزلة. فمن قال بقولهم فقد وافق أهل البدع المكفرة
"Kaum ini menyelisihi Al-Qur’an, Sunnah, dan ijma’ salaf dalam menetapkan sifat. Mereka menafikan uluw dan istiwa’, dan berkata dengan perkataan Jahmiyyah dan Mu’tazilah. Maka siapa yang berkata dengan perkataan mereka, dia telah sepakat dengan ahli bid’ah yang dikafirkan."
c. Imam Muwaffaquddin Ibn Qudamah Al-Maqdisi 620 H
واعلم أن أهل البدع كلهم كفار عند السلف، ومنهم الأشعرية الذين ينفون الصفات ويقولون بخلق القرآن.
"Ketahuilah bahwa semua ahli bid’ah itu kafir di sisi salaf. Di antaranya Asy’ariyyah yang menafikan sifat dan berkata Al-Qur’an makhluk."
ما أحدثه الأشعرية من نفي الصفات وتأويلها هو عين قول المعتزلة والجهمية، فمن رضي به فهو منهم.
"Perkara baru yang dibuat Asy’ariyyah berupa penafian sifat dan ta’wilnya adalah persis perkataan Mu’tazilah dan Jahmiyyah. Maka siapa yang ridha dengannya, dia dari mereka."
𝟯. 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗯 𝗠𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗗𝗶𝗸𝗮𝗳𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗳
Salaf tidak mengkafirkan karena nama "Asy’ari". Mereka mengkafirkan karena 3 perkara kufur akbar:
1. Ta’thil Shifat Allah
Allah berfirman:
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
Salaf memahami istiwa’ secara hakiki. Asy’ariyyah menakwilnya istaula. Ini mendustakan Allah.
2. Mengingkari Kalamullah
Ijma’ salaf: Al-Qur’an kalamullah, bukan makhluk. Imam Ahmad berkata: "Barangsiapa berkata Al-Qur’an makhluk maka dia kafir."
Asy’ariyyah berkata al Qur’an makhluk dalam lafazhnya.
3. Mengingkari Uluw Allah
Allah berfirman:
أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء
Nabi ﷺ bertanya ke budak: "Aina Allah?" Jawab: "Fis Sama’". Nabi ﷺ bersabda: "A’tigha fa innaha mu’minah".
Asy’ariyyah menolak ini dan berkata Allah tidak di arah.
𝟰. 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮
Qaidah salaf dalam sembelihan mubtadi’:
a. Jika bid’ahnya kufur akbar → sembelihannya haram.
Contoh: Sembelihan Rafidhah yang mencela sahabat, Jahmiyyah yang mengingkari kalamullah, Asy’ariyyah muta’akhirin yang menafikan sifat. Al Khallal meriwayatkan dalam As Sunnah:
"سئل الإمام أحمد عن ذبيحة الجهمية، فقال: لا تؤكل."
"Imam Ahmad ditanya tentang sembelihan Jahmiyyah, beliau berkata: Tidak dimakan."
Karena Asy’ariyyah muta’akhirin adalah Jahmiyyah bungkus baru, maka hukumnya sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar